27
Mar
08

Lima menit saja, ya?

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah.

“Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar,bangga.
“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di ayunan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata:

“Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Yah…., boleh kan? Cuma tambah lima menit kok, yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi.

“Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon,
“Ayah,
lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iya-iya…”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” kata ibu yang di sampingnya, melihat adegan itu, dan tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.

Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama ia, menikmati tawa bahagianya….”

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas.

Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya

Sumber : anonym

Advertisement

3 Responses to “Lima menit saja, ya?”


  1. June 10, 2008 at 10:57 am

    Banyak hal yg ingin disampaikan namun susah utk di rangkai dgn kt2 yg
    singkat dan mampu merangkum semua hanya sebaris kata2 yg dpt terlontar
    dari hati ini:

    Memberi inspirasi
    menyemangati
    menghidupkan
    dan mengerakan

    Pro Perubahan..!!

  2. June 10, 2008 at 4:34 pm

    Halo Bli Made Gunartha, setuju dengan yang Anda kisahkan.
    Ya, memang kita begitu sering menghitung – hitung atas apa yang kita rasa telah berikan ke orang lain. Namun sesungguhnya banyaknya keuntungan yang kita peroleh selalu kita rasa kurang dan memperbandingkan dengan kepuanyaan orang lain.

    Salam gemilang
    BAW

  3. 3 mdwin
    June 12, 2008 at 8:15 pm

    Salam Damai,

    Trima kasih atas mampirnya, wow komentarnya mas Agung dan mas Putranto73….. bikin semakin rajin nge-blog nih…
    Maklum masih belajar banyak tentang per-blog-an..

    Damai Selalu dan semoga berkenan
    MD Gunartha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


 

March 2008
S M T W T F S
    Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 143 hits

Flickr Photos

daydreams

_DSF0260.jpg

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.