12
Jun
08

Yang Tersulit

Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, “Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?”

“Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya,” kata Nasruddin.

“Apa itu?”

“Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.”

Ya, bagaimana melihat segala sesuatunya secara sebagaimana adanya merupakan tantangan pondasi dalam setiap proses pembelajaran. Apalagi tantangan ini berkenaan dengan manusia, yaitu melihat segala sesuatu dalam manusia sebagaimana adanya. Segala riwayat, talenta, potensi dan kekuatan ataupun hal-hal yang melekat dalam diri manusia menjadikan dirinya sebagai pribadi yan unik dan misterius dalam kehidupan ini.

Apa pendekatan yang memudahkan pemahaman kita melihat manusia sebagaimana adanya? Apa hal yang membantu kita untuk memahami manusia sebagai pribadi yang unik dan mahkluk yang mulia dalam kehidupan pribadi, sosial maupun duniawi?

Salam Damai Selalu

__________________________________________

11
Jun
08

Mengapa

” Mengapa ….. mengapa …. mengapa ….?” tanya seorang murid. Ia heran karena Sang Guru menyatakan ia harus meninggalkan padepokan dengan segera, belum sampai 1 hari setelah ia diterima.

” Karena kamu tidak membutuhkan seorang Guru. Saya dapat menunjukkan jalan tetapi hanya kamu yang dapat melakukan perjalanan itu. Saya dapat menunjukkan air, hanya kamu sendirilah yang dapat meminumnya. Mengapa menyia-yiakan waktu disini, sambil memandang saya?”

“Kamu tahu jalan itu. Berjalanlah. Air itu ada didepanmu. Minumlah!”

sumber : de Mello

Banyak sudah pengalaman, keberhasilan, kesuksesan dan talenta yang telah diberikan dan kita miliki sampai saat ini. Apakah kesemuanya ini menjadikan kita berani melakukan sesuatu? Apa satu hal yang sudah kita kerjakan yang dapat memberikan warna bagi teman, kerabat, keluarga atau sesama? Bagi pekerjaan dan kehidupan ?

Berjalan lah

_____________

Salam Damai, semoga berkenan…

09
Jun
08

“Kebijaksanaan”

Seorang Gubernur mengundurkan diri dari jabatan tingginya dan datang kepada Sang Guru, minta pengajaran.

” Ajaran apa yang Saudara inginkan dari saya?” tanya Sang Guru.

“Kebijaksanaan,” jawabnya

“Ah, Sahabatku! Betapa senangnya saya mengajarkan itu kalau saja tidak satu rintangan yang besar.”

“Apa?”

“Kebijaksanaan itu tidak dapat diajarkan.”

“Kalau begitu, tak ada sesuatu pun yang dapat saya pelajari disini.”

“Kebijaksanaan dapat dipelajari, tetapi tidak dapat diajarkan.”

27
Mar
08

Lima menit saja, ya?

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah.

“Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar,bangga.
“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di ayunan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata:

“Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Yah…., boleh kan? Cuma tambah lima menit kok, yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi.

“Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon,
“Ayah,
lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iya-iya…”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” kata ibu yang di sampingnya, melihat adegan itu, dan tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.

Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama ia, menikmati tawa bahagianya….”

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas.

Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya

Sumber : anonym




 

January 2012
S M T W T F S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 143 hits

Flickr Photos

Big Sky Country

McWay Cove

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.