Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, “Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?”
“Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya,” kata Nasruddin.
“Apa itu?”
“Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.”
Ya, bagaimana melihat segala sesuatunya secara sebagaimana adanya merupakan tantangan pondasi dalam setiap proses pembelajaran. Apalagi tantangan ini berkenaan dengan manusia, yaitu melihat segala sesuatu dalam manusia sebagaimana adanya. Segala riwayat, talenta, potensi dan kekuatan ataupun hal-hal yang melekat dalam diri manusia menjadikan dirinya sebagai pribadi yan unik dan misterius dalam kehidupan ini.
Apa pendekatan yang memudahkan pemahaman kita melihat manusia sebagaimana adanya? Apa hal yang membantu kita untuk memahami manusia sebagai pribadi yang unik dan mahkluk yang mulia dalam kehidupan pribadi, sosial maupun duniawi?
Salam Damai Selalu
__________________________________________



Recent Comments